ONG39 – Banjir setinggi kurang lebih 50 sentimeter melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan pada Jumat pagi, menyisakan kepanikan sekaligus keprihatinan bagi warga yang terdampak. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, tercatat 1.435 Kepala Keluarga (KK) harus menghadapi dampak langsung dari bencana banjir ini. Banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam, ditambah meluapnya beberapa sungai kecil di sekitar permukiman.
Sejumlah desa yang terkena dampak paling parah berada di Kecamatan Kraton, Pohjentrek, dan Bangil. Di beberapa titik, air memasuki rumah warga hingga setinggi lutut orang dewasa, membuat aktivitas harian terganggu. Warga terpaksa memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi agar tidak rusak terendam air. Meski tidak ada korban jiwa, banyak warga mengaku kesulitan saat air mulai naik dengan cepat pada dini hari.
BPBD Kabupaten Pasuruan
BPBD Kabupaten Pasuruan langsung bergerak melakukan pendataan sambil menurunkan tim untuk membantu proses evakuasi. Beberapa posko darurat telah disiapkan bagi warga yang membutuhkan tempat sementara. Selain itu, tenda dapur umum juga mulai didirikan untuk menyediakan makanan siap santap bagi para warga yang terdampak, terutama lansia, anak-anak, dan ibu rumah tangga. Menurut keterangan petugas BPBD, banjir kali ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan debit air sungai meningkat drastis. Kondisi drainase yang kurang optimal turut memperparah genangan yang meluas ke area permukiman. Pemerintah daerah kini sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan.
Sementara itu, sejumlah warga berharap banjir ini segera surut agar mereka bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Beberapa di antara mereka juga mengharapkan adanya pembenahan saluran air agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan tiba. Beberapa pemilik usaha kecil di Pasuruan juga mengaku mengalami kerugian karena aktivitas perdagangan terhambat.
Hingga saat ini, BPBD masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan tingkat air sungai. Pihak pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi yang tinggal di wilayah rawan banjir. Dengan cuaca yang masih tidak menentu, potensi terjadinya banjir susulan masih perlu diantisipasi. Banjir kali ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, sekaligus perlunya perbaikan infrastruktur lingkungan agar dampaknya bisa diminimalkan di masa mendatang.
Berita Sebelumnya
- Roy Suryo Siap Untuk diperiksa Terkait Ijazah Palsu Jokowi dan Sudah Siapkan Dokumen Pendukung
- Presiden Prabowo Resmi Memberikan Penghargaan Kepada Ir. Soekarno dan 9 Orang Lainnya Sebagai Pahlawan Nasional
- Ledakan di SMA 72 Mengakibatkan 27 Korban Jiwa dan Segera dilarikan ke RS Islam Jakarta Cempaka Putih
- Mahkamah Kehormatan Dewan MKD Menggelar Sidang Untuk Memutuskan Nasib Sahroni,Nafa Urbach,Uya Kuya Hingga Eko Patrio
- QRIS Kini Semakin Mendominasi Hingga Tembus 56 Juta Pengguna dan Mulai Ditakuti Oleh Internasional
- Onadio Leonardo Akan Menjalani Asesmen Rehabilitasi Sesuai Permintaan dari Pihak Keluarga
- Raja Keraton Solo Pakubuwono XIII Meninggal Dunia,Memberikan Kesedihan Yang Mendalam Bagi Keluarga dan Masyarakat






