ONG39 – Hujan deras yang mengguyur daerah Sulawesi Tengah sepanjang hari menyebabkan banjir besar di beberapa wilayah. Sebagian kawasan semacam Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, serta Donggala jadi daerah yang sangat parah terdampak. Air meluap dari sungai- sungai utama sampai merendam pemukiman masyarakat dengan ketinggian yang menggapai atap rumah. Dampaknya ribuan masyarakat terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih nyaman.
Banjir kali ini diakibatkan oleh hujan yang besar diiringi keadaan drainase yang kurang baik serta meluapnya aliran sungai. Tubuh Penanggulangan Bencana Wilayah( BPBD) Sulawesi Tengah memberi tahu kalau lebih dari 2. 000 rumah terendam air, puluhan hektar lahan pertanian rusak, serta beberapa infrastruktur publik semacam jalur, jembatan, dan sarana listrik hadapi kehancuran parah. Petugas gabungan dari BPBD, Tentara Nasional Indonesia(TNI), Polri, dan sukarelawan terus melaksanakan upaya evakuasi serta penyaluran dorongan untuk masyarakat terdampak.
Dampak Banjir
Tidak hanya kehancuran raga, banjir pula menimbulkan lumpuhnya kegiatan ekonomi serta pembelajaran di sebagian daerah. Sekolah- sekolah terpaksa diliburkan, sedangkan para orang dagang tidak bisa beraktifitas sebab pasar serta jalur utama tertutup genangan air. Keadaan ini menaikkan beban warga yang telah lebih dahulu mengalami kesusahan akibat cuaca ekstrem.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sudah menetapkan status paham darurat bencana serta mengerahkan dorongan logistik semacam santapan siap saji, selimut, tenda, serta obat- obatan. Gubernur Sulawesi Tengah pula mengimbau warga buat senantiasa waspada terhadap kemampuan banjir susulan, mengingat curah hujan diperkirakan masih besar dalam sebagian hari ke depan. Tidak hanya itu, pemerintah wilayah bekerja sama dengan pihak terpaut buat membetulkan tanggul serta mensterilkan saluran air supaya aliran sungai bisa kembali wajar.
Peristiwa banjir besar ini jadi pengingat berartinya pengelolaan area yang lebih baik. Penebangan hutan secara liar serta alih guna lahan yang tidak terkontrol ikut memperburuk resiko bencana hidrometeorologi semacam banjir. Diharapkan, ke depan pemerintah bersama warga bisa menguatkan upaya mitigasi bencana supaya peristiwa seragam tidak terus kesekian serta merugikan banyak pihak.






