ONG39 – Pada pada 17 Oktober 2025, Presiden Republik Indonesia , Prabowo Subianto, memperingati ulang tahunnya yang ke- 74. Dalam momen tersebut, timbul berita menarik kalau Pimpinan PDI Perjuangan sekalian Presiden RI ke- 5. Megawati Soekarnoputri, membagikan suatu rangkaian bunga anggrek dengan warna merah serta putih selaku ciri perkataan selamat.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menjelaskan pengiriman bunga tersebut berlangsung di Jakarta Selatan. Dikala rapat berlangsung, Megawati menelepon serta berikan instruksi buat mengirim bunga selaku ungkapan selamat ulang tahun kepada Prabowo Subianto.
Rangkaian bunga yang dikirim terdiri dari anggrek bercorak merah putih. Dan suatu bunga papan selaku bagian dari perkataan. “ Ya dikala itu… setelah itu dia mengirimkan bunga anggrek ya, warna merah- putih, serta pula bunga papan,” ucap Hasto.
Makna Dari Anggrek Merah Putih
Apa arti di balik pemilihan bunga anggrek merah- putih tersebut? Hasto menarangkan kalau opsi bunga tersebut tidak semata- mata simbol estetika. Warna merah putih dialami mewakili faktor patriotisme nasional, sedangkan anggrek sendiri mempunyai nilai historis: bagi Hasto, wujud Presiden awal RI, Soekarno, kerap membagikan bunga anggrek kepada tokoh tamu kenegaraan selaku simbol persahabatan.“ Sehingga secara historis anggrek itu memanglah sangat istimewa, serta pula lambang persahabatan,” tutur Hasto.
Dalam perihal ini, hadiah bunga anggrek merah- putih dari Megawati kepada Prabowo dimengerti selaku wujud penghormatan sekalian penguatan ikatan antar tokoh nasional, walaupun tidak menutup mungkin pula mempunyai arti politik tersirat. Tetapi demikian, Hasto lebih menekankan makna persahabatan serta penghormatan historis dalam pemberian itu.
Sedangkan itu, data yang lain menyebut kalau perayaan ulang tahun Prabowo Subianto ke- 74 pula dihadiri oleh beberapa pejabat negeri dan anggota keluarga. Dalam syukuran kecil yang diselenggarakan di Istana Kepresidenan Jakarta, muncul di antara lain Wakil Presiden, tokoh partai, serta pejabat kabinet.
Walaupun demikian, perinci publikasi tentang pemberian bunga dari Megawati cuma berbentuk penjelasan formal dari Hasto Kristiyanto. Tidak ada publikasi yang secara terbuka memperlihatkan gambar ataupun tahap serah terima bunga antara keduanya. Data tersebut pula belum menyebut secara rinci apakah rangkaian bunga itu diterima langsung oleh Prabowo ataupun oleh pihak lain. Perihal ini menunjukkan kalau kabar lebih bertabiat internal dalam konteks partai serta jaringan elite politik.
Secara totalitas, peristiwa ini membagikan cerminan tentang gimana simbol- simbel kecil semacam bunga anggrek merah- putih bisa digunakan dalam ikatan antar elit politik, bukan cuma semata- mata perkataan ulang tahun, tetapi pula selaku fasilitas merajut tali persahabatan serta menampilkan kontinuitas historis, paling utama lewat referensi ke tradisi Bung Karno.





